Sedang Viral Kopi Mobil Gentayangan di Aceh

Wisatakuliner.Org,-Aceh— Penjualan minuman kopi Arabika, yang menggunakan kendaraan roda empat dalam bentuk “kopi mobil”, terus tumbuh di pusat dan kantor di Aceh tengah.”Total penjualan Takengon (Aceh Tengah) dan Bener Meriah adalah sekitar seratus unit,” ujar ketua Takengon Mobil Coffee dan Bener Meriah Riswandi di Takengon,dikutip oleh Wisatakuliner.org Minggu (01/09).

Ia mengakui bahwa perdagangan kopi Arabika yang ia luncurkan pada 2015 terus mengalami pertumbuhan positif dari waktu ke waktu di wilayah kopi berkualitas untuk ekspor.Secara tidak langsung, ia membantu mengurangi pengangguran di Aceh tengah dan membantu petani kopi lokal mengembangkan salah satu industri yang berlokasi di hilir komoditas.

http://www.wisatakuliner.org

Kini hampir di tengah atau sudut kota baik di Takengon maupun Redelong terparkir satu unit mobil kopi, dan setiap hari ramai dikunjungi oleh penduduk setempat maupun wisatawan.Secara umum, bisnis kopi mobile ini terbantu jika ada acara di suatu tempat. Kami juga pergi ke tempat acara tidak terjadi di dekatnya, “jelasnya.

Dia mengatakan partainya telah menyelenggarakan festival kopi Arabika pada upacara pembukaan perlombaan kuda tradisional Gayo untuk merayakan peringatan 74 tahun Republik dari 26 Agustus hingga 1 September 2019 di Takengon, di pusat Aceh.

Dalam festival ini, kami sediakan 500 cup kopi arabika yang kami bagikan secara gratis kepada pengunjung pacuan kuda,” ujar Riswandi di wawancara Wisatakuliner.Org

Rahmat (45), pedagang dengan mobile coffee di jalan lintas Bener Meriah-Takengon mengatakan, usaha yang dijalankannya itu sebagai sampingan. Usaha utamanya dalah menjadi petani kopi.

Ia menambahkan, bila tidak sedang panen raya, dirinya bekerja sebagai pedagang minuman kopi jenis arabika.

Kami sajikan kopi hitam, sanger, dan ekpresso ukuran 80 hingga 90 mililiter seharga Rp10 ribu per cup. Kalau teman saya menyajikan ate, capuccino, manual brew, dan lain-lain,” ucapnya.