Festival Kuliner Bogor Akan Digelar Akhir Tahun Ini

Wisata Kuliner – Pemerintah kota Bogor (Pemkot) akan mengadakan festival kuliner Bogor. Festival ini diharapkan akan diadakan pada akhir 2019.

http://www.wisatakuliner.org

“Saya ingin potensi kuliner yang telah terkubur di kota Bogor ditingkatkan melalui paket festival yang lebih kreatif dan melibatkan teman-teman kuliner,” kata Walikota Bogor Bima Arya seusai pertemuan Festival Kuliner Bogor. , di Balai Kota Bogor, Kabupaten Bogor Tengah, Kota Bogor,

Bima menambahkan bahwa festival kuliner Bogor harus memiliki tujuan yang jelas. Tujuan festival ini, katanya, adalah warga DKI Jakarta.

Bima juga ingin semuanya dipersiapkan dengan cermat. Namun, menurutnya, waktu dan tempat di mana festival kuliner Bogor tidak diketahui.

“Sekitar bulan September atau Oktober. Untuk suatu tempat, di tempat yang nyaman. Jadi sekarang saya meminta pembaruan pada peta kuliner Bogor, yang legendaris, kontemporer, millenary, semua diperbarui, kemudian dirayakan dengan meriah,” tambah Bima.

Plt. Kepala Kantor Keamanan Pangan kota Bogor (Kadis) Gozali mengatakan festival akan berlangsung selama 3 hari, dari Jumat hingga Minggu. Namun untuk tanggal pasti festival ini, belum diketahui.

Saya tidak tahu kapan dan di mana festival kuliner Bogor ini, yang jelas di Bogor. Festival kuliner Bogor didasarkan pada makanan lokal. Kemudian pada hari itu, kami menyajikan makanan tradisional. “Saran Anda (Walikota Bogor Bima Arya), festival ini unik dan menghadirkan legenda kuliner Bogor,” katanya.

Dia menambahkan bahwa akan ada berbagai kegiatan selama festival kuliner Bogor. Pada hari pertama, Olimpiade Halal akan diadakan, di mana pemerintah kota Bogor akan mengundang anak-anak sekolah dari seluruh Indonesia dengan kisaran 2.000 peserta.

“Tujuannya adalah untuk mensosialisasikan milenium tentang produk yang sudah memiliki sertifikasi halal. Apa itu makanan bersertifikat halal?” Lanjut Gozali.

Kemudian, pada hari Sabtu atau hari kedua festival kuliner Bogor, akan ada acara yang berisi produk makanan yang bisa diolah tanpa menggunakan tepung beras atau tepung. Kegiatan hari kedua bertujuan agar masyarakat tidak bergantung pada tepung.

“Pada hari ketiga, kita dapat menangkap mayoritas dan pasar terbaik, yaitu, penduduk Jakarta. Orang-orang Jakarta ingin datang ke sini untuk mencoba legenda masakan kota Bogor. Jika dalam data saya, ada 30 makanan legendaris Bogor. Nanti, kita akan diseleksi lagi. ” Kata Gozali.