Kuliner Malam Jumat, Dengan Mencicipi Cabai Jablay Yang Sedang Ngetren Di Kalangan Pecinta Wisatakuliner Malam

Wisatakuliner.org ,Jakbar — Afrizal terlihat sibuk menggiling merica yang dihancurkan dalam mortar. Tangannya suka menari di atas lesung. Malam itu, dia harus mengenyangkan bumbu beberapa kali, karena cadangan lada habis. Pukul 19.00-20.00 WIB merupakan hari tersibuk bagi pria yang akrab dengan Ari. Selain menggoda saus sambal, ia harus mengalahkan potongan daging ayam yang baru saja dikeluarkan dari wajan.

Saya membuka tempat ini sejak 2013, tepatnya di bulan Oktober, “kata Ari baru-baru ini, membuka percakapan dengan Wisatakuliner.org di bawah tempatnya di tenda Kembang Kencana di Meruya Utara, Jakarta Barat.

“Mula nya hanya 2 meja, namun sekarang bisa menjadi empat, dan sama lesehan,” ujar Ari.

http://www.wisatakuliner.org

Sebelum membuka toko tenda di dekat pintu keluar tol Meruya, Ari pernah bekerja sebagai koki. Saat bekerja sebagai koki, ia bekerja di ayam ayam sampai akhirnya memutuskan untuk meninggalkan tempat kerjanya.

“Saya ingin fokus usaha ini, makanya saya berhenti bekerja. Jadi, saya menjalani usaha ini bersama keluarga,” tutur Ari yang juga mengatakan warung tendanya buka tiap Senin hingga Sabtu pukul 17.00 WIB-01.00 WIB.

Beberapa menu yang disajikan di warungnya termasuk ayam, usus, hati, ampela, tahu, kepala ayam, cakar dan ikan lele. Hanya minum teh manis dan jus jeruk. Di antara banyak menu, ayam Gebug adalah di antara pembeli yang paling dicari.

“Dari mana datangnya pengunjung? Ada yang dari Dalam Radio, mereka datang ke sini tiga kali seminggu, pembeli kita jauh, ada juga yang datang dari Tangerang,” kata Ari, yang mematok harga 15.000 rupe untuk sepotong ayam.

 

“Yang membedakan kami dari yang lain adalah kami tidak menggunakan campuran apa pun. Kami hanya menggunakan cabai murni, kata orang-orang cabai jablai. Cabai pedas. Cabai campur di bagian bawah, lebih banyak gula dan garam. Kami tidak menggunakan vetsin dan minyak ikan, “ujar Ari.

“Saya suka saus di sini karena sausnya benar-benar istimewa … Sambal dengan bawang putih Jika di wilayah Surabaya, ini disebut saus cabai, pedas karena menggunakan bawang putih. Harganya murah, terjangkau. Jika harganya mahal, kita tidak bisa makan di sini setiap hari, “ucap Cindy.