Rekomendasi 7 Jenis Hidangan Ramen yang Paling Populer di Jepang

Wisatakuliner.org, Jepang –  Jepang bukan hanya terkenal dari sisi pariwisata dan teknologi saja, tetapi juga dari sisi kulinernya. Nyatanya, kuliner Jepang tidak hanya soal sushi, sashimi atau takoyaki. Ada juga makanan lain yang paling popular yang digemari di Jepang lho! Contohnya Ramen yang tidak kalah juga terkenal memiliki banyak variasi jenis hidangan ramen.

Mulai dari perdagang kaki lima sampai restoran bintang lima semua menyajikan ramen. Ramen ini cocok dimakan di segala waktu. Meski komposisi isinya kurang lebih sama, tapi varian kuah jenis hidangan ramen satu dengan lainnya bisa berbeda. Itulah yang membuat ramen menjadi special.

Ramen merupakan mie dengan sajian kuah kaya rasa. Mie yang telah ada lebih dari 1 abad yang lalu ini ternyata awalnya bukan dibuat oleh orang Jepang. Pada mulanya, ramen merupakan sajian yang mulai dikenalkan pada tahun 1910 oleh dua orang koki asal china di restoran Rairaken, Tokyo.

Kedua koki tersebut memperkenalkan sebuah sajian mie dengan kuah kaldu. Mereka menyebutnya Shina Soba (mie china). Shina ini memiliki arti merujuk kepada china. Sedangkan soba adalah mie yang terbuat dari tepung yang merupakan bahan pokok makanan Jepang. Setelah melalui beberapa modifikasi, akhirnya Shina Soba berubah menjadi ramen. Mie yang saat ini diketahui adalah sajian khas Jepang.

Inilah sebab mengapa ramen paling banyak menggunakan campuran chasio (daging babi panggang merah). Namun seiring berkembangnya zaman, kini daging yang digunakan sebagai campuran dalam ramen tidak hanya daging babi saja, tetapi bisa di gantikan dengan variasi daging lainnya seperti daging sapi, ayam bahkan ikan.

Berikut ini Rekomendasi 7 jenis hidangan paling populer di Jepang yang wajib dicoba :

  1. Shio Ramen, Hakodate

 

Untuk jenis hidangan ramen yang pertama ada shio ramen. Shio memiliki arti garam. Dinamakan shio ramen sebab ramen ini memiliki kuah dengan bumbu utama garam laut. Kuah ini terinspirasi dari daerah asalnya, yakni Hakodate, Hokkaido. Tidak dapat dapat dipungkiri bahwa pulau Hokkaido terkenal dengan hasil lautnya yang melimpah. Inilah sebabnya garam laut menjadi bahan dasar utama dalam kuah ramen.

Konon, shio ramen adalah ramen tertua yang pernah ada.Ramen ini memiliki ukuran mie yang panjang, lurus dan tebal. Kuah ramennya berwarna kuning jernih yang memiliki rasa cenderung asin. Biasanya, shio ramen disajikan dengan irisan daging, sayuran, daun bawang, telur rebus dan rumput laut kering (nori).

  1. Shoyu Ramen, Kanto

Selanjutnya ada Shoyu Ramen, Shoyu Ramen ini memiliki kuah dengan bumbu utama saus kecap asin. Awal mulanya digunakannya shoyu sebagai kuah ramen adalah karena shoyu merupakan bumbu yang paling banyak digunakan di daerah Kanto, Yokohama.

Shoyu ramen yang memiliki julukan ramen klasik ini memiliki kuah yang berwarna hitam kecokelatan jernih. Mie yang digunakan berbentuk panjang dan lurus namun lebih tebal dari mie pada shio ramen. Shoyu ramen biasa disajikan dengan topping berupa daging, ikan kue, telur rebus, daun bawang, nori dan tauge.

  1. Miso Ramen, Hokkaido

Bila di Indonesia ada tauco, maka di Jepang ada miso! Miso merupakan hasil fermentasi dari rebusan kedelai atau beras yang dicampur sedikit garam. Hasil fermentasi ini memberikan rasa yang manis dan gurih. Nantinya hasil fermentasi akan dicampur dengan kaldu daging ayam, ikan atau babi untuk menjadi kuah miso.

Miso ramen yang berasal dari Hokkaido ini mulai populer pada tahun 1960an. Kuah kental berwarna kuning kecokelatan yang berasal dari berbagai macam perpaduan membuat ramen ini memiki rasa yang kuat. Namun, mie yang digunakan tidak sama seperti pada shio dan shoyu ramen. Mie pada miso ramen cenderung berbentuk keriting, tebal dan tidak terlalu kenyal.

  1. Tonkotsu Ramen, Fukuoka

Berada di urutan terakhir namun tidak ketinggalan, ialah tonkotsu ramen. Pertama kali dikenalkan di daerah Fukuoka, ramen yang satu ini memiliki ciri khas yang paling beda dengan ramen lainnya. Ciri yang paling mencolok dari tonkotsu ramen adalah kuahnya.

Tonkotsu ramen memiliki kuah ramen yang berasal dari rebusan tulang babi. Tulang babi direbus selama berjam-jam lamanya untuk menghasilkan lemak dari tulang tersebut. air rebusan tulang dan lemak yang ada menghasilkan kuah yang kental dan berwarna putih gading. Untuk mie yang digunakan sama seperti pada ramen.

Bagaimana? Dari semua jenis ramen yang ada pastinya tidak mungkin jika tidak satupun yang membuat anda ingin untuk segera mencicipinya kan? Nah, untuk Anda yang muslim atau tidak mengkonsumsi daging babi pun tak perlu khawatir. Kini baik di Indonesia maupun di Jepang sendiri sudah banyak restoran halal yang menyajikan berbagai jenis ramen halal. Tentunya dengan komposisi yang telah disesuaikan.