10 Makanan Unik Khas Kota Kendari, yang Wajib kamu Coba!

Wisatakuliner.org, Sulteng – Kota Kendari adalah sebuah kota di wilayah Sulawesi Tenggara. Kota beriklim tropis ini juga memiliki pemandangan alam yang Indah, salah satunya adalah Teluk Kendari yang terkenal sebagai salah satu objek wisata unggulan di ibu kota Sulawesi Tenggara.

Saat berlibur di Kota Kendari, tentu tak lengkap jika tidak ikut mencicipi makanan khas dari kota ini. Yuk intip sembilan makanan khas Kota Kendari yang wajib kamu coba!

  1. Sate Pokea

Sate Pokea adalah makanan olahan seafood yang terdiri dari sate kerang dengan bumbu kacang asam manis. Jika kamu makan Sate Pokea akan lengkap rasanya jika memakannya bersama gogos. Gogos yaitu olahan beras ketan yang direbus lalu dibakar layaknya seperti lemper namun gogos tak memiliki isi di dalamnya.

  1. Kue Karasi

Kue karasi biasa disebut kue jala atau kue rambut oleh orang Kendari karena bentuknya yang menyerupai jala dan rambut.  Kue ini terbuat dari tepung beras, dengan sedikit garam, gula, tepung terigu, dan vanili untuk menambah aroma.

Karasi dapat ditemukan dengan mudah di kota Kendari, bahkan kue ini termasuk sebagai salah satu oleh-oleh khas Kendari. Rasanya yang manis dan lembut, sangat cocok buat kamu yang suka dengan camilan.

  1. Sinonggi

Makanan khas Kendari ini biasa menjadi menu utama dalam tradisi Mosonggi yang biasanya dilakukan oleh masyarakat suku Tolaki di Kota Kendari. Bahan utamanya yaitu berupa pati sagu yang akan diolah bersama kuah rempah, sehingga cita rasanya gurih dan tentunya nagih. Akan terasa lengkap jika disajikan bersama sayur bayam dan ikan kuah palumara, sangat lezat!

  1. Kue Bagea

Biasanya kue bagea ini dijadikan oleh-oleh bagi wisatawan yang mengunjungi kota Kendari. Kue bagea memiliki bahan dasar dari sagu, teksturnya yang agak keras namun ketika di gigit langsung meresap di lidah rasanya juga manis.

Kue bagea sangat cocok di jadikan oleh-oleh karena kue kering biasanya mempunyai waktu yang lama untuk tetap bisa kita makan.

  1. Kasoami

Kasoami adalah makanan khas Kota Kendari yang berasal dari ubi. Kasoami memiliki bentuk yang unik ketika disajikan mirip seperti tumpeng. Akan lebih nikmat jika kamu menyantap Kasoami dengan ikan asin, ikan bakar, ikan palumara, ataupun olahan sayur lainnya. Unik yah!

  1. Pisang Epe

Dari namanya saja pasti sudah bisa menebak bahan dasar makanan ini. Pisang Epe ini menggunakan pisang kepok yang di bakar lalu dipipihkan dan dibakar lagi hingga kering. Pisang epe disajikan dengan air gula merah yang rasanya sangat enak dan manis.

Sekarang Pisang Epe di Kendari sudah memiliki banyak varian rasa mulai dari tambahan topping cokelat parut, meses, keju bahkan ada yang menambahkan durian. Sangat nikmat!

  1. Ikan Dole

Makanan khas Kota Kendari ini terbuat dari bahan dasar ikan tenggiri ditambah dengan parutan kelapa muda. Proses pembuatannya dengan menggiling ikan tenggiri lalu mencampurkan olahan gilingan dengan parutan kelapa muda dan di goreng hingga kecokelatan. Ikan dole ini sangat gurih. Akan lebih nikmat jika dimakan ketika masih hangat!

  1. Boiku

Boiku adalah sebutan orang Kota Kendari untuk keong sawah berukuran kecil dan berwarna hitam. Boiku bisa dimasak dengan tumisan bumbu kunyit, lengkuas, bawang merah, bawang putih dan kemiri yang sudah dihaluskan. Lalu ditambah sedikit air, daun bawang, dan garam agar lebih nikmat.

Walaupun makannya agak repot tetapi ketika memakan Boiku akan ketagihan dengan cita rasa lezatnya. Akan lebih nikmat jika dimakan bersama ikan asin, sambal terasi, dan sayur bayam.

  1. Kabuto

Kalau kamu pecinta kuliner yang tidak biasa, jangan sampai melewatkan kesempatan mencicipi Kabuto di sini. Makanan khas Sulawesi Tenggara kabuto ini terbilang unik. Karena berbahan dasar ubi dan singkong yang dikeringkan lalu dibiarkan berjamur. Tidak heran kalau makanan ini mempunyai cita rasa yang tidak biasa.

  1. Lapa – Lapa

Makanan ini terbuat dari beras dimasak bersama santan, saat lapa-lapa sudah setengah matang kemudian akan didinginkan dan selanjutnya direbus. Lapa-lapa setengah matang tersebut akan dibungkus terlebih dahulu menggunakan daun kelapa muda yang disebut dengan janur.

Makanan yang membutuhkan waktu lama dalam pemasakannya ini memiliki tekstur lembut dan rasa gurihnya berasal dari santan kelapa. Untuk melengkapinya, lapa-lapa biasa dimakan bersama ikan asin, yang bahannya terbuat dari ikan kaholeonarore yang banyak banyak dijumpai di pasar-pasar di Sulawesi Tenggara, termasuk juga Kota Kendari.