Sompil, Menu Sarapan Jadul Masyarakat Blitar yang Nikmat

Wisatakuliner.orgBlitar memang menjadi surganya kuliner makanan tradisional, salah satunya adalah sompil yang masih menjadi menu favorit untuk masyarakat warga Kota Patria.

Ibu Supriyatin Ningsih adalah satu dari banyak pedangang sompil yang ada, ia mewarisi usaha yang diberikan ibunya 70 tahun silam. Dengan lapak yang sangat sederahan di Jalan Cemara, Kota Blitar, sompil yang dijajakannya ludes terjual hanya dalam waktu 1,5 jam saja.

Padahal untuk memasak sompil butuh waktu hampir 24 jam, proses paling lama adalah membuat sayur sompil. Isi sayur ekstra pedas ini berupa tewel atau nangka muda, buah pepaya muda, kacang panjang dan kacang kedelai. Semua sayur di campur menjadi satu yang kemudian dibumbui lalu jika sudah matang akan dibiarkan diatas api kecil sejak jam 4 sore sampai dengan jam 5 pagi baru diangkat. Oleh karena itu warna sayurnya sendiri berwarna kecoklatan biar menjadi blendrang.

Untuk penyajiannya sompil akan di potong menyerupai dadu yang kemudian akan diguyur sayur blendrang, baru ditaburi bubuk kedelai, untuk lauknya pendampingnya ada rempeyek,tahu dan tempe. NIkmat pedas dan gurihnya sangat cocok untuk menu sarapan, karena porsinya sudah pas untuk ukuran sarapan pagi.

Lapak ibu Supriyatin ini buka setiap hari pada jam 6 pagi sampai habis, walaupun lapaknya sangat sederhana namun banyak pelangan yang terpaksa harus putar balik karena kehabisan. Untuk masalah harga makanan tradisional ini sangat pas di kantong, cukup dengan 4.000 saja sudah bisa menikmati enaknya sompil ini.