Demi Nikmatnya Sego Godog Pak Pethel , Harus Rela Antre Berjam-jam

Wisatakuliner.orgSego Godog Pak Pethel sudah identik dengan rasa nikmatnya, bahkan pembeli harus rela antri selama berjam-jam untuk bisa mencoba menikmati makanan satu ini.

Kuliner satu ini sebenarnya memiliki komposisi yang hampir sama dengan mi rebus. Hanya saja sego godog atau jika diartikan dalam bahasa Indonesia adalah nasi rebus yang, yang membedakan dengan mie rebus ialah nasi dan saus kecap. Sego Godog Pak Pethel ini berada di Ngaglik, Pendowoharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Warungnya tidak pernah sepi pelanggan bahkan di masa pandemi seperti saat ini mereka rata-rata masih bisa menjual 80 porsi setiap harinya.

Pemilik warung sego godog yang dikenal dengan pak Pethel ini memiliki nama asli Slamet, ia menceritakan inspirasinya membuat sego godog. Semua itu berawal dari pak lik atau pamannya sedang masuk angin yang kemudian ia memutuskan untukk membut sego godog untuk sedikit memberikan rasa hangat pada tubuh. Namun pada saat makan masakan pak Pethel, pak liknya langsung sembuh. Dari situ akhirnya ia mulai membuat Sego Godog di setiap malamnya untuk menemukan rasa yang pas sehingga layak untuk dijajakan.

Pak Pethel mulai mejajakan nasi godog tersebut pada tahun 1986 saat masih duduk di bangku SMA, pagi hari ia gunakan untuk sekolah dan malam harinya berjualan. Pada saat pertama kali berjualan harga satu porsi sego godog dijual 150 rupiah. Dari pukul 4 sore pak Pethel sudah mulai menyiapakn masakannya. Sedangkan untuk bumbu-bumbunya sudah ia persiapkan sejak pagi hari, ia mulai membuka warungnya pada jam 7 malam.

Untuk memasak satu porsi sego godog membuthkan waktu sekitar 8-10 menit, sedangkan dalam satu jam sebanyak 12 porsi saja yang bisa dihidangkan kepada pembeli yang sedang mengantri. Salah satu keistimewaaan yang dari Sego Godog Pak Pethel sendiri adalah cara masaknya yang masih tradisional. Ia memasak dengan mengunakan tungku dan arang, dengan menerpakan cara masak tradisional tentu rasa makananya sangat berbeda dengan yang dimasak dengan kompor. Tak heran jika pembeli harus mengantri lama karena tungkunya terbatas dan ia hanya memasak sendri.

Seporsi Sego Godog dihidangkan dalam mangkuk besar yang berisi nasi, bihun, kol, suwiran ayam kampung, satu butir telur ayam utuh dan kaldu yang panas. Sebelum tahun 2013, pak Pethel berjualan di utara Masjid Agung Manunggal Bantul dengan gerobak kecil, namun setelah itu ia sudah pindah ke rumahnya yang berada di Ngaglik, Pendowoharjo, Kecamatan Sewon. Warungnya buka setiap hari dari jam 7 malam sampai dengan 1 pagi. Sego godognya sekarang diberi harga 16.000 saja sudah termasuk dengan minum. Untuk mengurangi banyak antrian, para pembeli disarankan untuk melakukan pemesanan terlebih dahulu melalui sms atau telepon.