Pondok Salero : Nasi Berlauk Rendang Hitam di Bukittinggi

Wisatakuliiner.org- Kuliner di Jalan Biak Roxy tidak hanya soto dan sop kaki kambing saja, namun ada juga nasi padang legendaris dengan lauk rendang hitam khas Bukittinggi.

Jalan Biak Roxy memang sudah populer dengan surganya soto dan sop kaki kambing di sepanjang jalannya. Dua makanan tersebut tersedia di pagi sampai malam hari dengan banyak pilihan penjual yang berbeda. Selain itu juga ada berbagai makanan dan jajanan lainnya yang bisa di coba di sepanjang Jalan Biak Roxy. Salah satunya adalah nasi Padang racikan Pondok Salero yang ada di ujung Jalan Biak Roxy. Walau lapaknya hanya menempati tenda kaki lima yang sederahana namun soal rasa berbagai lauk Minang di warung ini tidak perlu diragukan lagi.

Para pengunjung bisa memilih berbagai lauk sesuai seleranya masing-masing yang ditempatkan dalam baskom seperti penyajian lauk khas nasi nagari Kapau. Ada telur dadar Minang yang tebal, ikan kembung bakar, ayam bakar, ayam gulai, rendang kentang, rendang daging, dendeng balado, jengkol, gulai tunjang dan masih banyak lainnya. Aroma lauknya dan tampilan bumbu serta kuahnya membuat perut keroncongan.

Yang menarik perhatian di warung ini adalah rendang daging dengan balutan bumbu berwarna hitam. Pak Ajay sebagai pengelola warung Pondok Salero menjelaskan bahwa rendang daging menjadi menu andalannya. Rendang daging khas Bukittinggi tersebut dimasak setengah hari hingga bumbunya berwarna hitam. Di Bukittinggi sendiri rendang daging dimasak sampai kering dan bumbunya berwarna hitam legam, ada yang dimasak selama berjam-jam bahkan ada juga yang sampai dua hari.

Tidak hanya daging rendang ada satu lagi menu khas Bukittinggi yang disediakan Pondok Salero, yakni rendang kentang yang terbuat dari baby potato. Yang membedakan dari kentang yang biasanya adalah lumuran bumbu rendangnya berwarna hitam seperti halnya yang ada pada bumbu rendang daging dan tekstur kentang yang berbeda. Empuk juga lembut kentangnya akan membuat para pengunjung merasa terpuaskan.

Pondok Salero juga menyediakan buntil yang merupakan makanan khas Jawa, bukan Minang. Pak Ajay mengaku menu ini memang sengaja dibuat untuk memenuhi selera orang Jawa. Menu buntil disini berupa singkong dengan bumbu santan dibentuk bulat dan diikat tali rafia juga dibungkus daun pisang. Saat dibelah di tengahnya akan terlihat isian kelapa dan teri medan membuat menu ini gurih dengan paduan tekstur yang renyah.

Pak Ajay bercerita Pondok Salero sudah ada sejak tahun 1975, ia merupakan generasi ketiga yang meneruskan bisnisnya warung Padang ini secara turun temurun. Pelanggannya kebanyakan langganan lama sudah ada sejak generasi sebelum-sebelumnya.