Lezatnya Entil Pupuan, Kuliner Khas Tabanan Bali

Wisata Kuliner – Bali terkenal dengan berbagai potensi wisatanya. Tak hanya budaya dan keindahan alamnya, pulau ini juga memiliki sejumlah kuliner khas. Sebut saja betutu dan lawar, kedua hidangan ini sudah terkenal dan sering ditemui di luar pulau.

Nah, bagi kamu yang tertarik dengan kuliner khas Bali selain Betutu, Lawar, dan Sate, ada satu lagi sajian yang patut untuk dicoba. Namanya entil pupuan. Ingin tahu lebih banyak tentang sajian yang satu ini? Yuk, simak ulasannya berikut ini!

1 Makanan Tradisional dari Kecamatan Pupuan

Sesuai dengan namanya, entil merupakan kuliner khas Kabupaten Pupuan yang memiliki cita rasa gurih dan gurih. Hidangan ini juga memiliki nilai sejarah dan religi, karena biasanya hanya disajikan pada hari-hari tertentu. Namun seiring dengan perkembangan ekonomi, Entil akhirnya banyak dikonsumsi dan menjadi salah satu kuliner khas yang dijual ke konsumen.

Pupuan sendiri terletak di kaki Gunung Batukaru yang terletak di Kabupaten Tabanan. Diperlukan waktu setidaknya satu jam dari Denpasar jika menggunakan kendaraan pribadi.

2 Penyajiannya mirip dengan lontong atau tipat kuah

Entil merupakan hidangan yang mirip dengan lontong atau tipat dan di sajikan dengan lauk pauk yang lengkap, seperti sayur mayur, ayam, telur, talas goreng, dan sambal. Untuk menyempurnakannya, makanan ini di lengkapi dengan sambal. Kuahnya sendiri memiliki cita rasa yang khas. Terbuat dari rebusan daging yang di campur dengan bumbu khas Bali dan santan, kuah inilah yang menentukan kelezatan entilnya.

Namun, berbeda dengan lontong atau tipat, yang istimewa dari entil adalah bahan pengemas nasinya. Hidangan ini tidak di kemas dengan daun atau daun pisang seperti biasanya, melainkan dengan daun-daun khusus yang tersedia di sekitarnya.

3 Entil di bungkus dengan daun kalingidi

Rahasia kelezatan entilnya adalah penggunaan daun kalingidi sebagai pembungkusnya. Daun ini dipercaya mengandung antibiotik dan antiseptik alami, yang dapat menambah nutrisi khusus pada makanan. Selain itu daun kalingidi juga memberikan warna hijau yang khas pada entil sehingga memberikan aroma dan rasa yang khas.

Cara pembuatan entil juga cukup sederhana. Di campur dari campuran nasi merah dan nasi putih, kemudian di bungkus dengan daun kalingidi. Entil kemudian dimasak selama lima jam hingga matang.

Proses memasak biasanya tidak menggunakan kompor. Orang sering menggunakan kayu bakar, terutama kayu kopi yang dipercaya bisa menghasilkan aroma yang lebih enak.

4 Awalnya digunakan sebagai sarana upacara bagi leluhur

Selain memiliki nilai ekonomi yang tinggi, pada awalnya Entil diciptakan untuk tujuan keagamaan. Hidangan ini biasanya hanya dibuat pada Hari Ulihan yang jatuh pada hari Minggu, tiga hari setelah Galungan.

Entil memiliki makna religius yang kuat dan diyakini sebagai sarana upacara untuk menggiring leluhur kembali ke nirwana.

5 Jarang ditemukan di luar areal Pupuan

Entil memang tidak sepopuler kuliner khas Bali lainnya, bahkan banyak masyarakat Bali yang belum mengenal sajian yang satu ini. Tak heran, karena entil sendiri jarang ditemukan di luar kawasan Pupuan. Kuliner ini hanya dijual di kawasan Pupuan dan menjadi salah satu menu yang ditawarkan di rumah makan tradisional.